Bertunas adalah tanda kehidupan yang nyata. Di zaman sekarang, banyak orang terlihat sibuk, aktif, bahkan berhasil, tetapi belum tentu benar-benar hidup secara rohani. Seperti pohon yang tampak berdiri tegak namun sebenarnya kering di dalam, demikian juga seseorang bisa terlihat “rohani” dari luar, tetapi hatinya tidak bertumbuh. Tunas hanya muncul jika akar masih hidup. Artinya, pertumbuhan sejati hanya terjadi jika kita sungguh-sungguh tinggal di dalam Kristus.
Dalam 1 Petrus 2:2 rasul Petrus menggambarkan pertumbuhan rohani orang percaya seperti bayi yang merindukan susu. Kerinduan itu bukan karena dipaksa, tetapi karena kebutuhan. Di tengah dunia yang penuh distraksi adanya media sosial, ambisi, tekanan ekonomi, dan berbagai kesibukan membuat banyak orang percaya kehilangan rasa haus akan firman Tuhan. Mereka lebih cepat mencari hiburan daripada mencari Tuhan. Padahal tanpa makanan rohani yang murni, jiwa menjadi lemah dan mudah goyah.
Dalam kehidupan sekarang ini, kerinduan untuk bertumbuh menjadi sesuatu yang sangat relevan. Tantangan hidup semakin kompleks, adanya krisis moral, konflik keluarga, tekanan pekerjaan, dan godaan kompromi. Orang yang bertunas adalah orang yang sadar bahwa ia tidak bisa menghadapi semua itu dengan kekuatannya sendiri. Ia membutuhkan tuntunan Tuhan. Ia tidak puas hanya datang beribadah, tetapi rindu dibentuk, dikoreksi, dan diarahkan.
Air susu yang murni dan rohani berbicara tentang firman Tuhan yang tidak dipelintir demi kenyamanan atau popularitas. Di era ketika kebenaran sering disesuaikan dengan selera manusia, kita membutuhkan firman yang murni. Firman yang mungkin menegur, tetapi menyelamatkan, yang mungkin keras, tetapi memulihkan. Firman itulah yang memperbarui cara berpikir kita di tengah budaya dunia yang terus berubah.
Kerinduan untuk bertumbuh adalah tanda bahwa Roh Tuhan masih bekerja dalam hati kita. Ketika kita tetap haus akan firman, tetap mau dibimbing, dan tidak menutup hati terhadap teguran, Tuhan akan terus menumbuhkan kita. Di tengah dunia yang serba cepat dan instan, pertumbuhan rohani mengajarkan kita untuk berakar dalam, berjalan setia, dan hidup berdampak.