Penggembalaan dalam komsel sangat penting karena menjadi sarana pemuridan dan perawatan rohani, bukan sekadar tempat berkumpul. Pemahaman yang salah muncul ketika penggembalaan dianggap sebagai penguasaan, sehingga pemimpin mengontrol kehidupan anggota dan menghambat pertumbuhan iman. Penggembalaan yang benar dibangun melalui relasi yang sehat, di mana gembala mengenal anggota secara pribadi. Dengan demikian, komsel menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih untuk bertumbuh, berbagi, dan dipulihkan dalam persekutuan bersama. Dalam Yehezkiel 34:13, Allah digambarkan sebagai Gembala Agung yang penuh kasih dan tanggung jawab terhadap umat-Nya. Allah sendiri datang untuk mencari dan mengumpulkan domba-domba-Nya yang tercerai-berai. Ia membawa mereka keluar dari tempat pembuangan dan mengembalikan mereka ke tempat yang aman. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya memulihkan keadaan fisik umat-Nya, tetapi juga memulihkan hubungan, jati diri, dan kehidupan mereka sebagai satu komunitas. Sebagai gembala yang baik, Allah tidak membiarkan domba-domba-Nya tersesat dan terluka. Ia mencari mereka satu per satu dan memanggil mereka kembali. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah pemimpin yang setia dan peduli, berbeda dengan gembala palsu yang hanya mementingkan diri sendiri. Allah bukan pemimpin yang jauh, tetapi gembala yang dekat dan mengenal setiap domba-Nya. Allah mengumpulkan domba-domba-Nya bukan hanya untuk diselamatkan secara pribadi, tetapi untuk hidup bersama sebagai satu kawanan. Dalam kebersamaan itu, mereka saling menolong dan bertumbuh dalam damai di bawah pimpinan Allah. Tuhan menyediakan tempat yang aman dan baik, di mana umat-Nya dapat hidup dengan tenang dan diberkati bersama. Melalui firman ini, kita belajar bahwa Allah terus bekerja mengumpulkan umat-Nya yang tercerai-berai karena luka, dosa, dan konflik. Ia memanggil kita kembali untuk hidup dalam persekutuan yang baik dengan Tuhan dan dengan sesama. Allah rindu membangun komunitas yang dipulihkan, di mana setiap orang diterima, dirawat, dan dihargai sebagai milik-Nya.
.