Ketaatan kepada Tuhan adalah pilihan yang harus kita lakukan setiap hari, bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, bahkan ketika keadaan sedang sulit. Raja Hizkia adalah contoh nyata orang yang tetap taat kepada Tuhan meskipun hidup di zaman yang banyak menyimpang dari kebenaran. Karena itu, Hizkia dikenal sangat dekat dengan Tuhan dan tidak pernah berpaling kepada allah lain. Ia menjadikan Tuhan sebagai pusat hidupnya dan selalu berusaha melakukan kehendak Tuhan dalam setiap keputusan yang diambilnya.
Dalam 2 Raja-Raja 18:6-7, kita melihat bahwa Hizkia sangat berpegang teguh pada perintah Tuhan dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidupnya. Ia tetap taat meskipun hal itu sulit dan tidak disukai banyak orang. Karena ketaatannya, Tuhan menyertai setiap langkah hidup Hizkia. Tuhan memberkati hidupnya dan memberinya keberhasilan dalam segala hal yang dilakukannya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Taat kepada Tuhan membawa penyertaan, damai, dan berkat dalam hidup kita. Ketaatan adalah memilih untuk tetap melakukan kehendak Tuhan setiap hari. Ketika kita berpegang pada firman Tuhan dan menjalankan kehendak-Nya, Tuhan akan menyertai kita, memberi damai, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah hidup.
Oleh karena itu, setiap orang percaya dipanggil Tuhan bukan tanpa alasan. Semua ada maksud dan rencana Tuhan. Kita dipanggil untuk hidup taat kepada-Nya, melakukan segala kehendak-Nya. Sama seperti Hizkia yang menjadi teladan bagi bangsanya, kita juga dipanggil untuk menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan kita dengan tetap berpegang pada perintah-perintah Tuhan.