Di dunia peternakan, domba dikenal sebagai salah satu hewan yang paling rentan. Mereka tidak memiliki sistem pertahanan diri yang hebat; mereka tidak memiliki cakar yang tajam, taring yang kuat, atau kecepatan lari yang luar biasa. Satu hal yang menarik dari domba adalah di padang yang terbuka luas mereka bisa makan tanpa ada rasa takut, kenapa demikian? Karena ada sang gembala yang selalu dekat dengan mereka. Bagi seekor domba, ketenangan bukanlah sebuah suasana, melainkan sebuah pribadi. Domba adalah hewan yang sangat peka terhadap stres. Mereka tidak akan bisa beristirahat jika ada gangguan sekecil apa pun, seperti serangga yang mengganggu atau ancaman predator dari kejauhan. Namun, kecemasan itu akan sirna seketika saat sang gembala muncul dan berada di dekat mereka. Karena bagi domba sang gembala adalah segalanya bagi mereka. Sebab itu mereka akan selalu bergantung pada sang gembala. Karena itu kedekatan akan menciptakan pengenalan yang lebih dalam. Sebab domba yang jauh dari gembalanya akan mudah panik saat mendengar suara asing. Namun, domba yang terbiasa dekat akan tetap merasa tenang karena ia tahu suara siapa yang harus ia ikuti dan suara siapa yang harus ia abaikan.
Begitupun dengan kita, sebagai orang percaya, terkadang dalam hidup ini ketika kita berada jauh dari sang gembala, maka akan menimbulkan rasa panik dan ketidakpastian dalam menjalani hidup. Kita akan merasa bahwa hidup ini hamba tanpa arah yang jelas bahkan akan muncul kekhawatiran dan ketakutan berlebihan yang membuat hidup kita semakin kacau. Karena tidak ada yang menemani dan memberikan dukungan untuk melewati hal-hal demikian. Namun sebaliknya ketika berada dekat dengan sang gembala, seakan-akan merasa bahwa ada sosok yang bisa memberikan perlindungan, keamanan bahkan ketenangan.
Seperti yang di katakan Daud dalam Mazmur 62:2 bahwa ketika berada dekat dengan Allah yaitu sang gembala Agung, maka suasana yang begitu menegangkan seketika terasa aman, bahkan bisa dengan tenang menghadapi bahaya yang begitu besar sekalipun.
Terkadang sebagai orang percaya kita merasa tenang bukan karena kita mengerti semua jalan hidup kita, tetapi karena kita mengenal Siapa yang menuntun kita. Saat kita memilih untuk mendekat dengan sang gembala, kita sedang melepaskan hak kita untuk khawatir dan menukarnya dengan kedamaian yang melampaui segala akal..