Di sebuah padang yang luas, hiduplah sekawanan domba yang setiap hari berjalan mengikuti suara gembalanya. Bagi domba-domba itu, suara sang gembala bukan sekadar panggilan biasa. Suara itu adalah tanda keamanan, arah, dan kehidupan. Selama mereka mendengar suara itu, mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian.
Seorang gembala sejati tidak hanya muncul saat cuaca cerah. Ia ada ketika matahari terik menyengat, ketika hujan turun dengan deras, bahkan ketika malam gelap dipenuhi bahaya. Ia berjalan di depan, kadang di tengah, dan sering kali di belakang, memastikan tidak ada satu pun domba yang tertinggal. Begitulah gambaran kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.
Ada saat-saat dalam hidup kita sering merasa sendirian. Masalah datang silih berganti, doa seakan tidak segera dijawab, dan kekuatan kita terasa semakin menipis. Di momen-momen seperti itu, muncul pertanyaan di hati: Apakah Tuhan masih ada? Apakah aku harus menghadapi semuanya sendirian?
Dalam Yohanes 10:14 memberikan gambaran bahwa Tuhan adalah gembala kita yang sangat baik, yang mengenal domba-domba-Nya satu per satu. Ia tahu setiap pribadi kita, nama kita, bahkan apa yang membuat kita khawatir Tuhan selalu hadir untuk membantu kita. Dia tidak membiarkan kita untuk berjuang sendiri, namun ia akan selalu ada untuk memberikan kekuatan untuk kita.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan di tengah masalah yang terasa berat. Sering kali kita merasa sendirian hanya karena terlalu fokus pada beban, padahal Tuhan sedang bekerja melalui hal-hal sederhana, seperti kekuatan baru setiap pagi atau bantuan orang di sekitar kita. Sebab Tuhan mengerti batasan kita, karena itu Ia selalu hadir untuk membantu kita.
Dalam Mazmur 23:1 Memberikan pengertian yang baik bahwa pada saat Daud berkata, "Tuhan adalah gembalaku," ia sedang bicara soal hubungan yang nyata. Daud sadar bahwa seperti domba yang lemah, kita butuh Tuhan agar tidak tersesat. Tuhan bukan Allah yang jauh; Ia dekat dan bertanggung jawab penuh atas hidup kita. Tuhan tidak hanya ada saat kita senang, tapi setia menemani di setiap musim—baik saat mencari nafkah maupun saat menghadapi bahaya. Bersama-Nya, kita "tidak kekurangan", karena meski masalah tetap ada, Ia memberi kita kedamaian dan arah yang membuat hati merasa cukup.
Ingatlah, rasa amanmu tidak bergantung pada kekuatanmu, tapi pada kebaikan Tuhan. Kita mungkin tidak selalu paham ke mana Tuhan menuntun, tapi kita bisa tenang karena Gembala yang baik tidak akan pernah membawa kita ke tempat yang mencelakakan
Oleh sebab itu sebagai orang percaya penting sekali untuk kita untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dia adalah gembala yang setia yang tidak akan pernah meninggalkan kita. sekalipun kita dalam bahaya, namun ada tangan Tuhan yang selalu menopang.