Di tengah perubahan gaya hidup pada abad ke-21 yang serba cepat, Komsel hadir sebagai oase rohani yang memberikan ruang jauh lebih intensif dibandingkan ibadah umum di gereja. di dalam Komsel, setiap anggota memiliki hak dan ruang untuk bertanya, berbagi pengalaman hidup, serta mendalami Alkitab bersama-sama. Selain itu di era digital, internet menjadi sarana yang mempermudah siapapun untuk terhubung dan mengikuti Komsel di mana saja. Konsep mengenai komsel ini bukanlah hal baru; ia telah ada secara tersirat sejak zaman Perjanjian Lama, dan dipraktikkan oleh Tuhan Yesus bersama kedua belas murid-Nya, dan dilanjutkan oleh jemaat mula-mula (Kisah para rasul 2:42a). Dalam komsel yang dikenal komunitas sel ini bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk membangun dasar iman yang kokoh melalui pengajaran Firman Tuhan. Karena itu melalui pengajaran Alkitab yang benar, iman jemaat dikuatkan agar tidak goyah, dan dalam pengajaran Alkitab bertujuan agar jemaat semakin dewasa di dalam Tuhan dan memiliki pengetahuan yang benar akan kebenaran-Nya. Melalui komsel Firman Tuhan yang diajarkan berfungsi membentuk kepribadian setiap individu dalam pelayanan gereja. Karena itu jemaat yang telah mendengarkan firman Tuhan di dalam komsel, bukan saja berdiam diri di tempat namun lebih dari itu jemaat yang diajar diharapkan mampu mengajarkan kembali kebenaran tersebut kepada orang lain yang belum mendengarnya.