Sejak awal penciptaan, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia hidup dalam hubungan yang indah dengan Sang Pencipta. Namun, dosa masuk ke dalam dunia melalui ketidaktaatan manusia. Sejak saat itu, hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak. Dosa bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi dosa adalah pemberontakan terhadap Allah yang kudus, dan upah dosa adalah maut. Dalam Roma 3:23 menekankan bahwa semua orang telah berdosa dan tidak ada yang benar, bahkan tidak ada yang sanggup menyelamatkan diri sendiri. Manusia terikat dalam dosa, seperti budak yang tidak mampu membebaskan dirinya sendiri. Sehingga manusia menjadi terpisah dengan Allah, hidup dalam rasa bersalah, ketakutan, dan keterikatan pada kuasa dosa. Dalam kondisi itulah, Allah menyadari bahwa manusia tidak mampu menyelamatkan diri mereka sendiri dan membutuhkan penyelamatan supaya mereka terlepas dari belenggu dosa yang selama ini mengikat mereka.
Dalam Yohanes 3:16 memberikan gambaran yang sangat luar biasa bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya yang sangat besar bagi manusia dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, ke dalam dunia, dengan tujuan untuk menyelamatkan manusia dari dosa yang selama ini mengikat mereka.
Yesus hidup sebagai manusia, merasakan penderitaan, pencobaan, dan pergumulan, tetapi tetap hidup tanpa dosa. Ia datang bukan hanya untuk mengajar, melainkan untuk menggenapi rencana keselamatan Allah. Puncak dari karya-Nya terjadi di kayu salib, yang dikenal sebagai sebuah tempat penderitaan, tetapi sekaligus tempat kasih Allah dinyatakan secara sempurna bagi dunia.
Revival dalam pemahaman Yohanes 3:16 dan karya salib, dengan tujuan membawa seseorang kepada kesadaran akan kasih Allah yang begitu besar sekaligus kesadaran akan dosa pribadi. Dari sinilah lahir pertobatan sejati dan hidup yang diubahkan. Revival bukan hanya tentang perasaan rohani, tetapi perubahan hidup yang berakar pada pengalaman akan kasih Allah melalui salib Kristus.
Oleh sebab itu pada akhirnya kita akan mengerti dengan baik bahwa penyelamatan melalui salib Kristus adalah pusat dari revival. Ketika salib diberitakan dan dipahami dengan benar, hati manusia dipulihkan, iman diteguhkan, dan kehidupan baru pun dimulai dalam kasih dan kebenaran Allah.