Banyak orang keliru dan menyangka bahwa sukacita keluarga hanya datang dari kekayaan, rumah mewah, atau hidup tanpa masalah. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa sukacita sejati lahir dari hubungan yang benar dengan Kristus, yang tetap kokoh meski banyak persoalan yang datang menerjang. Dalam Efesus 5:22-25 Paulus memberikan pemahaman bahwa hubungan yang sehat dalam keluarga Kristen bukanlah soal siapa yang paling berkuasa, melainkan tentang bagaimana kasih Kristus nyata dalam keseharian melalui Istri yang menghormati suami lewat ketundukan yang tulus dan Suami yang mengasihi istri dengan pengorbanan, seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya.
Kasih Kristus adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan segala kekurangan. Karena itu saat kasih Kristus ini menjadi dasar dalam keluarga Kristen, maka keluarga Anda akan merasakan damai yang melampaui segala harta yang ada dalam dunia ini.
Karena itu di dalam keluarga Kristen jangan biarkan masalah menjauhkan anggota keluarga. Sebaliknya, biarlah kasih Kristus mendorong kita untuk saling mengampuni, dimana dalam menyelesaikan masalah bersama dengan hati yang terbuka. Selaini itu dalam berkata-kata harus dengan lebut, dalam hal ini membiasakan kata-kata yang membangun dan penuh perhatian, bahkan Memberikan perhatian tulus kepada pasangan dan anak-anak. Dalam Kolose 3:14 Paulus mengatakan "kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan"