Dunia sering kali membisikkan bahwa ukuran kebahagiaan dan sukacita terletak pada tumpukan harta, kenyamanan hidup, atau pencapaian karier yang gemilang. Namun, bagi kita orang percaya, ada bentuk sukacita yang jauh lebih dalam dan bermakna, yaitu ketika kita melihat Allah bekerja membentuk keluarga kita menjadi keluarga yang benar sesuai rancangan-Nya. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa keluarga bukanlah sekadar konsep sosial atau ide manusia yang lahir dari kebutuhan kesepian. Keluarga adalah gagasan orisinal dari Allah sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah tidak ingin manusia hidup sendirian; Ia merencanakan keluarga sebagai unit dasar kehidupan yang sarat akan makna. Melalui Kejadian 2:24, Allah meletakkan sebuah landasan kokoh tentang bagaimana sebuah keluarga seharusnya dibangun dan dijalani. Berdasarkan Firman Tuhan, ada tiga langkah penting dalam mewujudkan keluarga yang Allah kehendaki.1). Meninggalkan Ayah dan Ibu. Prinsip meninggalkan ayah dan ibu bukan berarti memutus hubungan atau menjauh secara fisik, melainkan sebuah tanda kedewasaan. Ini adalah peralihan fokus di mana seseorang mulai membangun kemandirian dan memprioritaskan keluarga baru yang sedang ia bangun bersama pasangannya. 2). Bersatu Dengan Istrinya, Allah merancang suami dan istri untuk "menyatu". Ini bukan sekadar kontrak hukum yang bisa dibatalkan, melainkan komitmen pribadi yang sangat mendalam dan suci di hadapan Tuhan untuk seumur hidup. 3). Menjadi Satu Daging, Konsep satu daging mencakup persatuan yang menyeluruh baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Persatuan ini bersifat eksklusif dan kekal, mencerminkan misteri kesatuan antara Kristus dengan jemaat-Nya.
Ketika sebuah keluarga dibangun di atas rancangan Allah, maka tidak ada kekuatan dunia yang mampu menghancurkannya. Allah tidak hanya merancang, tetapi Ia juga memberikan solusi bagi setiap tantangan agar kita menjadi keluarga yang dikehendaki-Nya. Oleh karena itu, janganlah kita mengejar harta atau keberhasilan sebagai sumber utama kebahagiaan. Ingatlah bahwa sukacita terbesar bagi orang percaya lahir dari keluarga yang hidup.