Dalam hidup ini jika kita pikirkan, sebenarnya taat itu mudah saat keadaan baik. Tetapi ketaatan yang sejati terlihat saat kita tetap setia di tengah kehilangan dan kesulitan. Kisah dalam Kitab Rut menunjukkan bahwa kesetiaan memberi keberanian untuk tetap taat.
Dalam Kitab Rut 1:16, Rut menunjukkan taat karena setia. Meski kehilangan suami dan masa depannya tidak pasti, ia memilih tetap bersama Naomi. Ia taat bukan karena aman atau mudah, tetapi karena hatinya setia, ia tidak mengeluh ketika mengikuti Naomi, bahkan ia rela meninggalkan kampung halaman, dan percaya kepada Allah Israel. Ketaatan Rut lahir dari kesetiaan, karena itu ia melakukan yang benar meski belum tahu hasilnya. Kesetiaan inilah yang memberi keberanian untuk taat dalam ketidakpastian. Rut mengambil keputusan bukan karena keadaan aman atau nyaman, tetapi karena ia setia.
Kesetiaannya membuat ia berani untuk taat. Ia pergi ke Betlehem sebagai orang asing, bekerja keras memungut jelai, dan tetap menghormati Naomi. Ia melangkah tanpa tahu bagaimana Tuhan akan menolongnya.
Tuhan kemudian mempertemukannya dengan Boas dan memulihkan hidupnya. Bahkan Rut menjadi bagian dari garis keturunan Raja Daud dan Mesias. Namun yang terpenting, ia taat sebelum melihat hasilnya.
Dari kisah Rut, kita belajar bahwa kesetiaan adalah keputusan untuk tetap melakukan yang benar, meski keadaan sulit. Saat kita setia kepada Tuhan, Dia memberi kita keberanian untuk terus melangkah. Kesetiaan tidak pernah sia-sia di hadapan-Nya.