Sering kali sebagai manusia, kita merasa lelah saat melayani di gereja. Bukan karena tugasnya terlalu berat, tetapi karena apa yang kita lakukan terasa sia-sia. Kita sudah berusaha sebaik mungkin, namun tidak ada yang menghargai. Bahkan, kita sering disalahkan karena dianggap kurang maksimal. Lebih menyakitkan lagi ketika kita melihat ada orang lain yang pelayanannya biasa saja, tetapi justru sering dipuji dan mendapatkan penghargaan lebih.
Keadaan seperti ini bisa membuat hati kita memberontak. Kita mulai merasa tidak adil. Kita merasa apa yang kita lakukan sudah benar, bahkan lebih baik dari orang lain. Akhirnya, kita menjadi sulit taat pada aturan dan kurang menghargai pemimpin. Tanpa kita sadari, sikap seperti ini menunjukkan ketidaktaatan dalam hati kita.
Namun firman Tuhan mengingatkan kita melalui Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:2. Rasul Paulus mengajarkan agar kita memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Artinya, sebelum melayani Tuhan, kita perlu memiliki motivasi yang benar. Kita melayani bukan untuk mencari pujian atau penghargaan dari manusia, tetapi karena kita mengasihi Tuhan.
Ketika kita benar-benar mengasihi Tuhan, ketaatan tidak lagi terasa sebagai beban. Ketaatan menjadi respons yang wajar atas kasih Tuhan kepada kita. Kita melayani bukan supaya Tuhan mengasihi kita, melainkan karena kita sudah lebih dahulu dikasihi-Nya. Dengan motivasi yang benar, hati kita akan terjaga dari rasa pahit saat pelayanan kita tidak dihargai manusia. Kita percaya bahwa upah kita ada di surga, dan Tuhan sendiri yang akan memberikannya pada waktu-Nya.
Paulus juga menegaskan dalam Kolose 3:23 bahwa apa pun yang kita lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Ini berarti dalam setiap pelayanan dan pekerjaan, kita perlu menjaga motivasi kita tetap benar.
Melayani dengan motivasi yang benar berarti menjadikan Kristus sebagai pusat dari setiap tindakan kita. Saat kita memikirkan perkara yang di atas, kita melepaskan diri dari keinginan untuk menyenangkan manusia. Sebaliknya, kita masuk dalam persekutuan yang dekat dengan Yesus dan melayani dengan hati yang tulus, hanya untuk kemuliaan Tuhan.