Menjadi percaya kepada Kristus bukanlah akhir dari perjalanan iman, tetapi merupakan awal dari kehidupan yang baru. Orang yang baru percaya membutuhkan pertolongan agar dapat mengenal Tuhan lebih dalam, memahami firman-Nya, dan tetap kuat ketika menghadapi berbagai tantangan.
Dalam Kisah Para Rasul 14:21–22, Paulus dan Barnabas tidak hanya memberitakan Injil dan menjadikan banyak orang sebagai murid. Mereka juga kembali kepada murid-murid tersebut untuk menguatkan hati dan menasihati mereka supaya tetap bertekun dalam iman. Mereka mengajarkan bahwa perjalanan mengikut Kristus tidak selalu mudah dan ada saatnya orang percaya menghadapi penderitaan.
Hal ini menunjukkan bahwa orang yang baru bertumbuh membutuhkan perhatian, pendampingan, doa, nasihat, dan teladan. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjalan sendirian. Ketika mereka lemah, kita dapat menguatkan. Ketika mereka bingung, kita dapat membimbing. Ketika mereka jatuh, kita dapat membantu mereka bangkit kembali.
Menguatkan iman seseorang tidak harus dilakukan dengan hal-hal besar. Kita dapat melakukannya dengan mengajak berdoa, membaca firman Tuhan, memberikan semangat, mendengarkan pergumulan, dan hadir ketika mereka membutuhkan pertolongan.
Sebagai orang yang ingin bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus, kita dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh bagi diri sendiri, tetapi juga membantu orang lain menjadi kuat di dalam iman.
Oleh sebab itu pertumbuhan rohani yang terjadi tidak berhenti pada diri kita saja, tetapi lebih dari itu melalui kita Iman orang lain juga dikuatkan untuk semakin kuat di dalam Tuhan.