Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus dipanggil bukan hanya untuk menerima keselamatan, tetapi juga untuk memberitakan Injil kepada orang lain. Kita dipanggil menjadi utusan Kristus yang membawa kabar tentang kasih, pengampunan, dan keselamatan melalui Yesus.
Dalam Efesus 6:19–20, Paulus tetap memberitakan Injil walaupun sedang berada dalam penjara. Ia bahkan meminta jemaat berdoa agar Tuhan memberikan perkataan yang benar dan keberanian kepadanya. Ini menunjukkan bahwa keadaan sulit tidak boleh menghentikan kita untuk menjadi saksi Kristus.
Sebagai utusan Kristus, kita tidak perlu mengandalkan kemampuan sendiri. Kita dapat meminta pertolongan Tuhan untuk memberikan hikmat, keberanian, dan perkataan yang tepat.
Kita juga dapat memberitakan Injil bukan hanya melalui perkataan, tetapi melalui kasih, pelayanan, kepedulian, sikap, dan kehidupan yang menjadi teladan.
Karena itu, jangan menunggu keadaan menjadi sempurna untuk bersaksi. Jangan biarkan rasa takut, keterbatasan, atau penolakan membuat kita berhenti memberitakan Injil. Di mana pun kita berada dan dalam keadaan apa pun, kita tetap dipanggil untuk menjadi saksi Kristus.
Sebagai orang percaya, sadarilah bahwa kita adalah utusan Kristus yang dipanggil untuk memberitakan Injil dalam segala keadaan.
Karena itulah mintalah keberanian dan hikmat kepada Tuhan, lalu gunakan setiap kesempatan untuk membawa orang lain mengenal Kristus.