Bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus bukan hanya berarti semakin mengenal dan memahami Firman Tuhan, tetapi juga memiliki hati yang peduli terhadap keselamatan orang lain. Semakin kita mengenal Kristus, seharusnya semakin besar kerinduan kita untuk menolong orang lain mengenal kasih dan keselamatan yang ada di dalam-Nya.
Dalam Kisah Para Rasul 8:30–31, Filipus bertemu dengan seorang sida-sida Etiopia yang sedang membaca kitab Yesaya tetapi belum memahaminya. Filipus tidak melewatkan kesempatan tersebut. Ia mendekat, bertanya, mendengarkan, lalu membimbing dan menjelaskan Firman Tuhan kepadanya. Dari sini kita belajar bahwa ada banyak orang di sekitar kita yang mungkin sedang mencari kebenaran dan membutuhkan seseorang untuk membimbing mereka.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi seperti Filipus, yaitu peka terhadap kesempatan yang Tuhan berikan untuk memperkenalkan Kristus kepada orang lain. Kita dapat melakukannya melalui perkataan, kesaksian hidup, kasih, perhatian, doa, pelayanan, dan pembimbingan dalam Firman Tuhan.
Menolong orang mengenal Kristus tidak berhenti hanya pada pemberitaan Injil, tetapi juga dilanjutkan dengan pemuridan. Setelah seseorang mengenal Kristus, kita dapat mendampingi mereka agar semakin mengenal Firman Tuhan dan bertumbuh dalam iman.
Karena itu bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus berarti bukan hanya hidup semakin dekat kepada Tuhan, tetapi juga menjadi alat Tuhan untuk membawa orang lain semakin dekat kepada Kristus.