Bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus bukan hanya berarti semakin mengenal firman Tuhan, tetapi juga belajar memiliki hati yang penuh kasih terhadap orang lain. Salah satu bentuk pertumbuhan rohani adalah kemampuan untuk menerima dan menyambut orang yang telah menyadari kesalahannya dan kembali kepada Tuhan.
Dalam Lukas 15:20, kita melihat kisah seorang anak yang meninggalkan rumah bapanya, tetapi kemudian menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk kembali. Ketika anak itu masih jauh, ayahnya telah melihatnya. Ayahnya tergerak oleh belas kasihan, lalu berlari mendapatkan anaknya, merangkul dan menciumnya. Sikap sang ayah menunjukkan kasih yang tidak menolak orang yang datang kembali.
Dari kisah ini kita belajar bahwa pertobatan adalah langkah kembali kepada Tuhan. Ketika seseorang sungguh-sungguh ingin berubah, kita tidak seharusnya terus melihat masa lalunya. Kita perlu melihat adanya kesempatan baru yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Orang yang bertobat membutuhkan dukungan, doa, nasihat, dan kasih agar dapat terus bertumbuh.
Menyambut orang yang bertobat bukan berarti membenarkan kesalahannya. Kita tetap harus menghargai kebenaran dan mendorongnya untuk meninggalkan kehidupan yang lama. Namun, kita juga perlu memberikan kesempatan untuk berubah dan menunjukkan bahwa kasih Tuhan masih terbuka bagi setiap orang yang mau kembali kepada-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menunjukkan kasih dengan tidak mengungkit kesalahan masa lalu seseorang, tidak mempermalukannya, mau mendengarkan, mendoakan, memberikan nasihat yang baik, dan membantu mereka tetap berjalan dalam iman.
Karena itu, menjadi serupa dengan Kristus berarti belajar memiliki hati seperti Bapa dalam Lukas 15. Ketika seseorang kembali kepada Tuhan, jangan menjadi orang yang menutup pintu, tetapi jadilah orang yang menyambut, menguatkan, dan menolongnya untuk bertumbuh.