Dalam kehidupan ini tidak mudah untuk kita berkata ya kepada kehendak Tuhan yang sangat mustahil terjadi dalam hidup.. Secara manusiawi, kita ingin hidup yang aman, rencana yang jelas, dan masa depan yang bisa kita kendalikan. Ketika Tuhan mengizinkan hal yang tidak kita pahami, hati kita sering dipenuhi takut dan ragu. Kita cenderung mempertahankan kenyamanan dan reputasi, lebih percaya pada apa yang terlihat daripada pada janji Tuhan. Karena itu, ketaatan sering terasa berat dan berisiko.
Namun justru di tengah pergumulan itulah iman diuji, apakah kita mau percaya bahwa rencana Tuhan lebih baik dari pada rencana kita sendiri.?
Dalam injil Lukas 1:38 memberikan pengertian yang baik dari sikap maria yang taat kepada Tuhan. Karena itu sikap itu di ungkapkan terhadap penyerahan diri secara total kepada kehendak Tuhan. Dalam situasi ini Maria tidak menolak ataupun berdebat panjang, tetap dengan kerendahan hati menyatakan dirinya sebagai hamba Tuhan yang mau taat.
Ketaatan Maria lahir dari kasih kepada Tuhan dan bukan karena terpaksa. Maria taat karena ia mengenal Tuhan dan percaya bahwa kehendak-Nya selalu baik. Kasih membuat Maria berani untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.
Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada kehendak Tuhan berarti secara tidak langsung Maria percayakan seluruh hidupnya berada dalam pimpinan Tuhan, baik itu masa depan, nama baik, keluarga bahkan segala keadaan hidup secara pribadi. Maria tidak tahu seluruh jalan yang akan ia lalui kedepannya, namun ia memilih untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Sebab itu Maria menjawab “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Dalam hal ini Maria percaya pada kebaikan Tuhan walaupun keadaan didepan belum jelas bahkan selalu mengutamakan kehendak Tuhan di atas rencana pribadNya bahkan ia siap untuk menanggung segala konsekuensi yang akan di hadapinya. Sebab semua yang terjadi ini karena Maria memiliki hati yang selalu merendah di hadapan Tuhan.
Penyerahan diri secara total kepada Tuhan bukan tanda kelemahan, namun sebaliknya itu adalah tanda dari iman yang dewasa. Kasih kepada Tuhan membuat seseorang kuat menghadapi ketakutan dan ketidakpastian hidup kedepannya, sebab di dalam Tuhanlah ada kekuatan yang memampukan pribadinya untuk tetap bertahan menghadapi segala sesuatu.
Melalui Lukas 1:38, kita di ingatkan bahwa ketaatan sejati yang lahir dari hubungan yang penuh kasih dengan Tuhan. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang benar-benar mengasihi Tuhan, maka sikap taat dengan sendirinya akan muncul. Sebab saat kita menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, kita tidak akan mudah panik atau takut, karena kita percaya Tuhan memegang kendali.