Bertumbuh berarti belajar dewasa. Orang yang dewasa tidak selalu menyalahkan orang lain saat ia lemah secara rohani. Ia tidak berkata, Saya tidak bertumbuh karena gereja kurang memperhatikan saya. Sebaliknya, ia bertanya, Apa yang harus saya perbaiki dalam hidup saya di hadapan Tuhan?
Tanggung jawab rohani terlihat dari hal-hal sederhana seperti setia berdoa, membaca firman, menjaga sikap, dan melakukan tugas pelayanan dengan sungguh-sungguh. Ia tidak hanya semangat di awal, tetapi tetap setia walau tidak ada yang melihat. Ia sadar bahwa Tuhan melihat dan menilai apa yang dilakukannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, pribadi yang bertanggung jawab juga terlihat dari cara ia hidup. Di keluarga ia menjalankan perannya dengan baik. Di pekerjaan ia jujur dan dapat dipercaya. Dalam pelayanan ia tidak lari dari komitmen. Ia belajar memikul bagiannya sendiri tanpa harus selalu didorong oleh orang lain.
Dalam Galatia 6:5 berkata, “Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.” Dalam arti setiap orang percaya memiliki tanggung jawab secara pribadi dihadapan Tuhan. Karena itu dalam penggembalaan gereja setiap orang memang sangat membutuhkan tangan gembala untuk membimbing, dan mengarahkan bahkan didoakan oleh sang gembala, tetapi mengenai pertumbuhan kerohanian seseorang adalah tanggung jawab pribadi sendiri di hadapan Tuhan.
Penggembalaan bukan membuat kita manja secara rohani, tetapi membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan dewasa. Kita memang saling menolong, tetapi ada bagian hidup yang harus kita pikul sendiri di hadapan Tuhan. Dan setiap bagian yang kita pikul itu mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang benar-benar bertanggung jawab di hadapan manusia bahkan di hadapan Tuhan.
Oleh sebab itu bertumbuh dalam penggembalaan berarti kita siap berkata, Tuhan, aku bertanggung jawab atas hidupku. Bentuklah aku menjadi pribadi yang setia dan dewasa. Ketika setiap orang mau memikul tanggung jawabnya, gereja akan bertumbuh dengan sehat dan Tuhan dipermuliakan.