Dalam kehidupan ini jika dipahami dengan baik Inti dari pelayanan bukan hanya soal seberapa setia kita memulai, tetapi seberapa ikhlas kita menyerahkan estafet kepada generasi berikutnya. Masalah terbesar sering kali muncul ketika seorang pemimpin merasa pelayanan adalah milik pribadinya, sehingga ia takut kehilangan pengaruh dan sulit memberi kepercayaan kepada calon penerus. Sikap enggan berbagi tugas ini sebenarnya menunjukkan kurangnya kerendahan hati. Kita perlu ingat bahwa jemaat adalah milik Allah, dan kita hanyalah pengelola sementara. Pemimpin yang dewasa secara rohani tidak akan merasa terancam; ia justru bersukacita melihat generasi muda tumbuh melampaui dirinya. Sebab bagi pemimpin yang sejati, keberhasilan tertinggi bukanlah mempertahankan jabatan, melainkan ketaatan untuk menyelesaikan tugas dan mempersiapkan penerus demi kemuliaan Allah.
Karena itu jika kita perhatikan dalam Yehezkiel 34 memberikan pengertian yang baik bahwa Allah menentang semua gembala-gembala yang jahat dan Allah sendiri yang mengambil alih untuk menggembalakan kawanan domba-Nya. Bahkan dalam Yehezkiel 34:23-24 menyatakan bahwa Allah sebagai Gembala Agung berjanji akan mendatangkan seorang gembala penerus dari garis keturunan Raja Daud untuk menggembalakan umat-Nya sebagai gembala dalam membimbing umat Allah, bahka memerintah mereka sebagai raja, dan Allah sendiri akan menjadi Allah atas mereka semua. Karena itu kepercayaan ini bukan hanya sebatas pada raja Daud namun lanjut kepada keturunannya bahkan sampai kepada Kristus Yesus yang adalah keturunan Daud.
Dalam hal ini yang perlu untuk diperhatikan adalah bahwa pada dasarnya jika Allah mempercayakan seseorang, Ia tidak melihat seberapa hebat dan berkuasa orang tersebut. Melainkan Allah melihat hati dari orang tersebut untuk melayani, sehingga mempercayakan seluruh umat-Nya untuk digembalakan oleh gembala penerus. Oleh sebab dari apa yang di lakukan oleh Allah sebagai gembala Agung, dapat kita mengerti dengan baik bahwa pada dasarnya gembala yang hebat itu bukan yang berkuasa selamanya, tapi yang bangga melihat penerusnya lebih sukses dari dirinya sendiri. Dalam hal melepaskan jabatan bukan berarti kita gagal, tapi itu tandanya kita sudah dewasa dalam iman dan berhasil menyelesaikan tugas dari Tuhan dengan baik.