Sejak dulu, Alkitab menceritakan banyak kisah tentang orang-orang yang menolak perintah Allah. Ketidaktaatan itu sering muncul karena kesombongan, ingin mengikuti keinginan sendiri, atau mengabaikan peringatan Tuhan. Dari kisah-kisah itu, kita belajar satu hal, menolak perintah Allah bisa membawa malapetaka, seperti penderitaan, bencana, atau kehancuran hidup. Namun sebaliknya orang yang mengikuti semua perintah Allah akan diberkati dan disertai sepanjang hidupnya.
Dalam hal ini kisah Abraham dan Ishak mengajarkan kita tentang arti ketaatan yang lahir dari iman. Bayangkan perjalanan mereka menuju gunung Moria yang begitu jauh, dalam perjalanan mereka membawa kayu dan api, siap untuk mempersembahkan korban, tapi tidak ada korban yang terlihat. Di tengah perjalanan, Ishak bertanya polos kepada ayahnya, di mana anak domba untuk korban itu?” Pertanyaan sederhana ini sebenarnya menyuarakan kebingungan dan ketakutan yang mungkin kita rasakan ketika Tuhan meminta sesuatu dari Abraham namun hal tersebut sangat sulit untuk diikuti oleh manusia pada umumnya. Namun hal ini berbeda dengan Abraham, ketika mendengarkan pertanyaan anaknya, ia hanya menjawab dengan keyakinan yang luar biasa, Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran itu, anakku.!! Jawaban ini bukan berdasarkan apa yang ia lihat, bukan pula karena ia merasa tenang, tapi karena ia mengenal Allah yang setia dan berkuasa yang telah memberikan segalanya kepada dia dan keluarganya. Inilah inti dari iman sejati melalui ketaatan, yang percaya kepada Allah bahkan ketika situasi tampak mustahil, dan tetap taat meski jawaban belum terlihat.
Ketaatan seperti ini bukan berarti Abraham tidak takut atau tidak ragu. Ia pasti merasakan beratnya perintah itu, tapi ia memilih untuk percaya. Ia melangkah dengan keyakinan bahwa Allah akan menyediakan, tepat pada waktunya. Dari sini, kita belajar bahwa iman sering kali menuntut kita untuk berjalan lebih dahulu sebelum melihat hasilnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering ada saat-saat ketika kita dipanggil untuk taat, padahal jalan keluar atau pertolongan belum jelas. Kisah Abraham mengingatkan kita untuk tetap percaya: Tuhan selalu memperhatikan umat-Nya. Ketaatan yang lahir dari iman berarti berkata, Tuhan, aku belum melihat jawaban-Mu, tapi aku percaya Engkau setia. Dan pada akhirnya, iman yang taat itu tidak akan sia-sia, sebab Tuhan sendiri yang menyediakan apa yang kita perlukan..